Minggu, 13 Desember 2015

Cause We Dance For God

Telah dibuka nih buat temen-temen yang suka dan hobi banget dance!!

FREE DANCE CLASS
Bersama saya, Monika Devita (WePro) dan Jordan Mitchel (Freedom Dance Work)
Setiap hari Kamis
Bertempat di studio dance GBI Gajahmada Semarang. Depan Gumaya Tower Hotel.
Dan yang perlu diingat nih temen-temen, kelas dance kami ini GRATIS !!

O iya,kelas ini dibuka untuk umum loh !
Jadi buat kalian-kalian dengan jenis kelamin apapun, umur berapapun, tetap boleh ikut bersama kami :)

See you~~

Minggu, 29 November 2015

Ketika Nabi disebut anjing, babi, dan semacamnya


Lihatlah bagaimana keadaan sekitar kita. Faktanya, selain mengenai hal-hal yang berbau politik, provokasi isu-isu agama memang menjadi jalan paling efektif sepanjang sejarah bunuh-bunuhan manusia.


Lihatlah bagaimana manusia membuat forum perdebatan isu agama.


Lihatlah bagaimana lemahnya pemikiran saudara-saudara kita.


Lihatlah bagaimana produk-produk SDM asli negara kita.

Mau terus-terusan begini? Yakin?

Berikut saya berikan bukti-bukti berupa screenshot:








so, teman-teman, apakah kalian ingin terus seperti ini?

Minggu, 01 November 2015

Berilah waktu untuk menemukan rasa damai, Tuhan, dan cinta

Kehidupan masyarakat sangat kental dengan nuansa keagaman, namun sering terjadi kesalahan dalam memahami agama dan kepercayaan, serta imannya. Banyak orang bersikap eksklusif terhadap agama dan kepercayaannya, bahkan memutlakkan agama dan kepercayaan serta imannya sendiri. Kenyataan yang terjadi adalah semangat komunalisme, yakni semangat memutlakkan ajaran agama dan kepercayaannya sendiri, dan menyalahkan bahkan memusuhi agama dan kepercayaan orang lain. selain itu, banyak terjadi bahwa agama dan kepercayaan serta iman digalang menjadi kekuatan politik untuk menguasai, menekan, mendiskriminasikan, menghambat perkembangan, bahkan melenyapkan agama dan kepercayaan serta iman yang berbeda. Hal ini justru malah tidak menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan bersama.

Padahal yang diharapkan dan dicita-citakan adalah semua umat beragama dan berkepercayaan, sebagai umat beriman, seharusnya hidup berdampingan, saling menghormati, dan saling menghargai. Sebagaimana yang diyakini seorang beriman inklusif bahwa ajaran yang ada dalam kitab suci agama dan kitab ajaran kepercayaan selalu ditangkap sebagai ajaran yang mengajak orang untuk hidup rukun dan damai. Sebenarnya iman itu berfungsi untuk membangun orang untuk semakin berkualitas hidupnya, sehingga dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian. Dengan demikian, dikatakan sebagai orang beriman kalau diri dan hidupnya mampu menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam hidup bersama dengan orang lain, yang berbeda dalam segalanya. Apabila orang beriman tidak mengusahakan kerukunan dan kedamaian, sebenarnya orang itu mengingkari imannya sendiri. Mengusahakan kerukunan dan kedamaian, hidup tanpa permusuhan dan tanpa kekerasan, merupakan hal yang hakiki dalam penghayatan iman, karena semua agama dan kepercayaan mengajarkan bahwa hidup rukun dan damai merupakan kehendak Tuhan. Artinya, semua orang merasa dihargai, dihormati, diterima, dan memiliki martabat yang sama dihadapan Sang Pencipta.

Anda sangat mudah dipengaruhi dengan situasi dan semangat eksklusivisme agama dan kepercayaan. Anda cenderung bersahabat dengan teman yang memiliki agama dan kepercayaan serta iman yang sama, sehingga kurang menghargai dan menghormati teman yang beragama dan berkepercayaan berbeda. Misalnya ketika terjadi perkelahian, anda tidak berpikir panjang tentang benar atau salah, yang terjadi adalah anda membela teman yang seagama dan sekepercayaan, sebagai "tanda solidaritas", meski kenyataannya teman anda yang bersalah.

Setelah membaca artikel ini, saya harap anda semakin memahami bahwa pada dasarnya setiap orang beriman harus mengusahakan hidup damai di dunia ini, bersama dengan saudara-saudara yang berbeda agama dan kepercayaan.

Dalam Kristiani, kita percaya bahwa Allah Bapa berbuat baik kepada siapapun sebab semua adalah anak-anak-Nya. Jika semua orang memiliki moral yang baik, tidak kita temukan hal-hal yang melenceng dari ketentuan-ketentuan yang sebenarnya. Apabila kita lihat ajaran moral Konghucu, ada hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam. Begitu pula dalam ajaran agama Hindu yang tertuang dalam Yajur Weda 36.17 "Damai di langit, damai di angkasa, damai di bumi, damai di air, damai pada tetumbuhan, damai pada semua Dewa, damai pada Brahmana, damai dalam alam semesta, damai dalam kedamaian. Semoga kami mendapat kedamaian itu". Budha juga menggariskan etika sosial atas dasar persaudaraan sosial, serta harus terus menerus mendorong manusia untuk mengembangkan tenggang rasa sosial, agar dapat hidup berdampingan secara damai dan sejahtera. Nabi Muhammad SAW pun selalu berusaha agar persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah) terwujud, demikian pula antara umat Islam dan non Islam. Perdamaian akan terwujud apabila umat-umat yang berbeda agama itu hidup rukun.

God is The Director (1)

Watch this!



Dear God / YHWH / EL / Allah / Tuhan / Tian
In Your majesty, You create differences
In my arrogance, I question Your wisdom
In Your mystery, You create temptation
In my inferiority, You make me more than I am
so here I am
Surrender me in the agony of Your love
Surrender me in the irony of Your law
Lead me to the joy of love redivined
Teach me how to love You more

Selasa, 27 Oktober 2015

antara Cina, Tuhan, dan Anissa; Recommend Movie

Cina and Annisa love God and God loves them both. But Cina and Annisa cannot love each other because they call God by different names.
The word cinta in Indonesian means love. Cin(T)a is about Cina, Tuhan (God) and Annisa and the their love triangle.
The official website of Cin(T)a, www.godisadirector.com says that "God is the most unpredictable character. Everybody tries to describe Him, everybody thinks they know Him, every artist has tried to picture Him, but nothing is really like Him - or Her."
Director Sammaria Simmanjuntak said that she "wants to find God" with the movie.
Cina is an 18-year-old Catholic, who was born in Tapanuli, North Sumatra. Annisa is a 24-year-old Javanese Muslim. They are both studying architecture at a university in Bandung. Cina and Annisa love each other, but their age (Annisa is 6-years older than Cina), different ethnicity and, most of all, religion, create borders between them.
"Why did God creates us differently if He only wants to be worshipped in one way?" Annisa asked. "That's why God creates love, so all the differences can be united," replies Cina.
But it is Cina himself who says that diversity has become a clich* in Indonesia, where tolerance is easier said that done. Even though the first sila (tenet) of the guiding state ideology - Pancasila -is that "Ketuhanan Yang Maha Esa" (There is only one-great-God), the fact is that religion has been used as propaganda in several internal conflicts.
In one of their many debates Cina argues how religion was used as propaganda for the lowest common denominator in the Ambon conflict. In another plot device torn from the headlines, one of the characters was present in a church bombed on Christmas Eve.
Because of its challenging theme, this independent movie will surely lead to controversy. Passionate discussions have already erupted in the comments for its trailer on Youtube (www.youtube.com/watch?v=VvXVDo3OHUs).
Its Facebook fan page is also full of heated debate, even from people who haven't seen the movie. The controversy, uncharacteristic for an Indonesian film, will no doubt only help publicize Cin(T)a.
The questions, statements, and jokes about the one who is called I Am make for a smart and critical, yet wholly realistic movie.
The heady dialog is effectively contrasted with the minimalistic cinematography of the film, which helps keep it in lighthearted love story land. But the world of the film has a rather lonely atmosphere, as only two characters seem to inhabit it.
Sammaria says the choice two have just the two actors was intended to "express the feeling of falling in love. There are only two of us in this world when we're falling in love."
The sometimes awkward performance of the actors, who make their debut with the film, can be forgiven, as the intense camera work and fact that Cin(T)a is a dialog that would have challenged even veterans of the screen.
Cin(T)a will no doubt be poignant for anyone who is been in an inter-faith relationship. "My tears kept falling during the film, although it is not actually sad. But the emotion really slapped me. I deeply understand it," Agatha said after watching the premiere.
It is with additional scenes of real-life couples discussing their happy inter-faith marriages add to the films.
Cin(T)a will provoke thought about the beauty of pluralism without the calculated speeches of nationalist politicians.
Cin(T)a
Starring : Sunny Soon/Saira Jihan
Directed by : Sammaria Simanjuntak
Produced by : Sembilan Matahari Film
Duration : 79 minutes
Played at : Blitzmegaplex
With English subtitles

Senin, 26 Oktober 2015

reversed order mechanism

Abraham Maslow berkata, "ketika manusia sudah mengatasi semua kebutuhan dasarnya untuk bertahan hidup, maka ia pun dimungkinkan untuk mengejar pencarian yang lebih tinggi : aktualisasi diri, pengetahuan tentang dirinya sendiri di level paling dalam. dialah orang dalam level itu"

yang berarti ....?

Rabu, 21 Oktober 2015

Yakinlah Pada Dirimu


Ada hari dikala kamu bangun pagi, keadaan tidak seperti yang kamu harapkan terjadi
Itulah saat ketika kamu harus beritahu diri sendiri bahwa keadaan akan membaik.
Ada saat ketika orang mengecewakanmu dan membuatmu sedih
Itulah saat ketika kamu harus mengingatkan diri sendiri untuk percaya pada penilaian dan pendapatmu sendiri, untuk tetap fokus pada keyakinan akan diri sendiri.

Akan ada tantangan dan perubahan yang harus kamu hadapi dalam hidup.
Bagaimana menerimanya?
Itu semua terserah kamu.

Tetaplah jaga dirimu pada arah yang tepat untuk mencapai tujuanmu.
Memang tidak mudah, tapi masa-masa sulit itu akan menyadarkan kamu tentang jati dirimu yang sesungguhnya.
Jadi, apabila hari-harimu dipenuhi dengan frustasi dan tanggung jawab yang membebani, ingatlah untuk tetap yakin pada diri sendiri dan segala yang kamu inginkan dalam hidupmu. Karena semua tantangan dan perubahan itu hanya akan membantumu menemukan tujuan yang kamu tahu, memang diperuntukkan bagimu.

Sudahkah anda bahagia?

Orang yang bahagia itu akan selalu:

  1. Menyediakan waktu untuk membaca, karena membaca itu sumber ilmu
  2. Menyediakan waktu untuk tertawa, karena tertawa itu musiknya hidup
  3. Menyediakan waktu untuk berpikir, karena berpikir itu pangkal kemajuan
  4. Menyediakan waktu untuk beramal mulia, karena beramal mulia itu pangkal kejayaan
  5. Menyediakan waktu untuk bercanda, karena bercanda itu akan membuat awet muda
  6. Menyediakan waktu untuk beribadah, karena beribadah itu ibu dari segala ketenangan jiwa
Sudahkah anda bahagia?